Kerajinan dan Kuliner Rajai Ekonomi Kreatif Jateng

umk wonogiri
UMK Wonogiri Terendah Kedua di Jawa Tengah
December 5, 2018
ekonomi kreatif di jateng

meningkatkan ekonomi kreatif di jateng

Kerajinan tangan dan kuliner merajai sektor ekonomi kreatif di wilayah Jawa Tengah. Berpusat di Kudus, Jepara, dan Solo, 80 persen produk kerajinan tangan dilempar ke pasar domestik. Hanya sekitar 13 persen pengusaha yang mengekspor produknya. Produk-produk yang banyak dihasilkan di Jawa Tengah di antaranya batik dan kerajinan, wayang, tenun, dan ukiran.

pergerakan ekonomi kreatif di jateng

ekonomi kreatif di jateng (foto pexels)

Di subsektor kuliner, faktor gaya hidup kaum milenial yang gemar berbelanja hanya untuk kesenangan dimanfaatkan para pengusaha untuk meraup keuntungan. Berbagai makanan, yang sebenarnya makanan klasik, diberi sentuhan baru, kemasan baru, tampilan baru, dan pelayanan yang memuaskan.

Masdin Simarmata, Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan industri ekonomi kreatif menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Karena itu, Bekraf berupaya memberikan solusi untuk masalah yang dihadapi pengusaha yang berlokasi di daerah terpencil, seperti jalan yang rusak dan sinyal yang kurang bagus.

Banyaknya pengusaha startup di daerah tidak dibarengi dengan mudahnya akses ke perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Pemprov Jateng dinilai perlu berperan aktif memberikan pelatihan kepada para pengusaha baru itu agar mereka memiliki kemampuan mengelola bisnis dan menyajikan laporan keuangan yang kredibel. Jika hal tersebut sudah diatasi, akan banyak lembaga keuangan yang berminat bekerja sama dengan mereka.

Wakil Bupati Wonosobo, Agus Subagiyo, menjelaskan perkembangan kerajinan tangan di masyarakat Wonosobo sangat pesat. Beberapa kali perwakilan masyarakat Wonosobo mengikuti event pameran, dan terbukti produk mereka memiliki daya saing tinggi di kancah seni kreatif. Produk berupa topeng dan bundengan menjadi modal untuk mengembangkan desa wisata kreatif.

Untuk kuliner, seperti dikutip dari solopos.com, salah satu daerah yang potensial adalah Brebes. Kabupaten itu menjadi tempat bermunculannya industri permen dan makanan ringan. Cokelat dari bahan baku lokal juga kini semakin banyak diproduksi di beberapa kota dengan merek dan kemasan yang menarik. Fenomena yang belakangan merebak adalah oleh-oleh penganan dari daerah tertentu dengan menggunakan artis sebagai daya pikat.

Terus Meningkat

Dikutip dari kompas.com, Kepala Bekraf, Triawan Munaf, mengatakan ada tiga subsektor utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, yakni kuliner, fashion, dan kerajinan tangan. Subsektor ekonomi kreatif lain yang pertumbuhannya bagus ialah animasi dan video, desain komunikasi visual, serta aplikasi dan pengembangan game.

Sektor ekonomi kreatif di Indonesia menyumbang Rp852 triliun atau 7,38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2015 lalu. Pada tahun 2016, angka tersebut mengalami kenaikan menjadi Rp922,58 triliun dan menyerap 13,47 persen tenaga kerja. Tahun 2018 ini, diperkirakan sektor ini menyumbang Rp1.041 triliun untuk PDB dan menyerap 18,2 persen tenaga kerja.

Perkembangan teknologi, dipaparkan di suaramerdeka.com, mengubah wajah ekonomi dan bisnis. Berbagai kesempatan baru tersedia bagi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya penggiat ekonomi digital.

Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi kreatif dan perusahaan startup digital itu. Tahun lalu diselenggarakan gerakan 1.000 startup, dan 30 persen lebih berasal dari Semarang. Hebatnya, semua digarap oleh anak-anak muda. Selain pertumbuhan komunitas bisnis, perkembangan itu disumbangkan oleh banyaknya coworking space sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda untuk bertemu, berbagi, dan bekerja sama.

Meski demikian, seperti disarikan dari okezone.com, masih ada kendala dalam pengembangan ekonomi kreatif, yakni akses pada bahan baku, pemanfaatan teknologi, persoalan permodalan, hak cipta, dan kurangnya dukungan ketersediaan ruang publik. Khusus untuk persoalan permodalan, selayaknya pemerintah menyediakan program khusus untuk startup, bukan hanya akses ke perbankan, tetapi juga ke lembaga keuangan lain.

(Visited 46 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *