Melihat Kualitas Pendidikan Antara Desa dan Kota

Laila Istiana Rajin Kunjungi dan Diskusi dengan Pemilihnya
November 17, 2018
wisata jurug kemukus
4 Wisata Alam Wonogiri yang Wajib Dikunjungi
November 23, 2018
pendidikan di kota dan desa

Kualitas Pendidikan – Permasalahan pendidikan di Indonesia memang sangat banyak. Banyak hal yang harus dibenahi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar tercipta sebuah pendidikan yang mempunyai kualitas yang baik. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sadar akan hal itu, mereka tidak pernah diam, mereka selalu bekerja sama, untuk sama-sama memperbaiki pendidikan di seluruh penjuru negeri. Setiap tahunnya selalu ada perbaikan mengenai kualitas pendidikan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki agar kualitas pendidikan di Indonesia bukan hanya gratis tetapi mempunyai kualitas yang baik, serta memiliki kualitas pendidikan yang sama antara pendidikan di kota maupun di desa.

Kualitas pendidikan di Indonesia memiliki perbedaan yang sangat jelas antara di desa maupun di kota. Perbedaan tersebut meliputi sarana prasaran penunjang sekolah. Terlihat jelas bahwa sarana dan prasarana yang ada di sekolah-sekolah perkotaan jauh lebih lengkap dan lebih baik daripada sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang ada di sekolah perdesaan. Perbedaan kualitas pendidikan di desa dan di kota bukan hanya pada sektor sarana prasarana penunjang pendidikan saja, akan tetapi sumber daya manusianya dalam hal ini adalah seorang guru juga terdapat perbedaan.

Perbedaan jumlah tenaga pendidik di kota maupun di desa cukup memprihatinkan. Apabila jumlah guru di kota yang berstatus sebagai aparatur pegawai negeri sipil dan memiliki kompotensi yang baik sangat banyak, namun tidak demikian dengan apa yang ada di desa. Jumlah guru yang ada di desa dengan status aparatur pegawai negeri sipil dan memiliki kompotensi yang baik masih sangat minim. Sekolah-sekolah di desa menyiasati kekurangan guru tersebut dengan menggunakan guru tidak tetap.

Kekurangan guru jelas akan memengaruhi kualitas pendidikan yang ada di desa. Guru dengan kompetensi yang baik harus dihadirkan di desa-desa agar kualitas pendidikan di desa semakin baik dan tidak kalah dengan di kota, karena apabila kompetensi guru itu baik akan dengan sendirinya membuat siswa manjadi lebih baik pula. Akan tetapi permasalahannya saat ini guru yang memiliki kompotensi yang baik mayoritas hanya terdapat di kota. Kedepannya harus ada pemerataan guru yang memiliki kompotensi yang baik atau sistem zonasi guru, agar guru-guru dapat tersebar dan membuat pendidikan yang berkualitas hadir di desa-desa bukan hanya terpusat di kota-kota saja.

Sistem zonasi guru harus segera dilakukan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan guru yang ada di desa, tetapi sekaligus mendukung sistem zona sekolah yang sudah diterapkan. Sistem zona sekolah dilakukan agar dapat tersebar siswa-siswa yang mempunyai nilai baik dan tidak hanya berada di sekolah favorit-favorit saja. Siswa yang mendapatkan nilai baik dan harus sekolah di daerahnya karena terdapat sistem zonasi tersebut juga berhak mendapatkan guru yang berkompotensi baik, agar siswa tersebut dapat bersaing dengan kualitas siswa-siswa lain yang berada di kota. Jadi bukan hanya kualitas sekolah yang harus disamakan tetapi kualitas guru pun harus sama di setiap sekolahnya demi mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia yang jauh lebih baik dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dengan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik, baik itu yang terdapat di desa maupun di kota, akan membuat masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas. Seperti yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945, bahwa mencerdaskan kehidupan berbangsa adalah sebuah tugas yang harus dilakukan Pemerintah Indonesia karena itu merupakan hak dasar yang harus dinikmati oleh setiap warga negara.

 

foto pexels

(Visited 23 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *